Photobucket

Jumat, 21 Maret 2014

Modus Kejahatan Dalam Teknologi Informasi

C.  MODUS OPERANDI CYBERCRIME DALAM PERPUSTAKAAN DIGITAL
Modus  operandi  merupakan  cara  atau  bagimana  suatu  kejahatan  tersebut
dilakukan,  modus  operandi  cybercrime  dalam  perpustakaan  digital  sangat
beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi
jika diperhatikan lebih seksama akan terlihat bahwa banyak di antara kejahatan-
kejahatan  tersebut  memiliki  sifat  yang  sama  dengan  kejahatan  terhadap
perpustakaan konvensional. Bentuk kejahatan terhadap  buku dan perpustakaan 
ada  4(empat)  macam,  yaitu  :  Thief  (pencurian),  Mutilation
(perobekan),Vandalism (corat-coret) serta An-authorized borrowing (peminjaman
tak  sah)  namun  perbedaan  utamanya  adalah  bahwa  cybercrime  dalam
perpustakaan digital  melibatkan komputer dalam pelaksanaannya. Kejahatan
yang  berkaitan  perpustakaan  digital  perlu  mendapat  perhatian  khusus  oleh
pustakawan, sebab kejahatan-kejahatan ini memiliki karakter yang berbeda dari 
kejahatan pada perpustakaan konvensional karena berakibat langsung terhadap 
kerahasiaan data, integritas data dan keberadaan data dan sistem operasional
perpustakaan  digital.  Modus  operandi  yang  biasanya  dilakukan  terhadap
perpustakaan digital adalah :
a.  Data Thief  (pencurian) 
Data Thief atau pencurian data merupakan bentuk kejahatan yang kerap
terjadi.  Hal  ini  harus  diantisipasi  oleh  para  pustakawan  dengan  upaya
meminimalisasi kemungkinan  para  pelaku  cybercrime  untuk  melakukan
pencurian.    Dalam  ranah  perpustakaan  digital  pencurian  data  bisa
dikategorikan  sebagai  data  Leakage,  yaitu  menyangkut  bocornya  data
pemustaka atau data lainnya ke luar terutama mengenai data yang harus
dirahasiakan. Pembocoran data komputer itu bisa berupa berupa nama,
kontak serta kebiasaan pemustaka dalam memakai koleksi perpustakaan .
Hal ini bisa  berbahaya  jika  jatuh  ke  tangan  yang  salah  sehingga  bisa
digunakan untuk sesuatu yang tidak diinginkan seperti pelanggaran privasi
pemustaka yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan
pemustaka secara materil maupun immaterial.
Jika data yang dicuri adalah koleksi perpustakaan yang berbentuk digital
maka hal ini masuk pada Offense Against Intellectual Property dimana
Kejahatan  ini  ditujukan  terhadap  hak  atas  kekayaan  intelektual  yang
dimiliki pihak  lain  di Internet.  Jika  hal ini terjadi dapat membahayakan
perpustakaan  karena  koleksi-koleksinya  akan  tercecer  keluar  dan  di
perdagangkan secara illegal dan jika hal ini terjadi bukan hanya pihak
perpustakaan saja yang dirugikan namun juga pihak pengarang sebagai
pemilik hak kekayaan intelektual.
b.  Joy computing, yaitu pemakaian komputer orang lain tanpa izin,  termasuk
penggunaan  program komputer, password komputer, kode akses, atau
data  sehingga  seluruh  atau  sebagian  sistem  komputer  dapat  diakses
dengan  tujuan  digunakan  untuk melakukan  akses  tidak  sah,  intersepsi
tidak  sah,  mengganggu  data  atau  sistem  komputer,  atau  melakukan
perbuatan-perbuatan melawan hukum lain. Hal ini biasanya terjadi pada
OPAC  perpustakaan  dimana  OPAC  digunakan  sebagai  sarana  untuk
menyebarkan  virus  atau  digunakan  sebagai  host  untuk  mengakses  ke
server tanpa izin, untuk itu pustakawan perlu memikirkan cara agar OPAC
yang ada di perpustakaan tidak disalah gunakan oleh pemustaka untuk
tindakan Joy Computing.
c.  Hacking, yaitu mengakses secara tidak sah atau tanpa izin dengan alat
suatu terminal bisa dari dalam perpustakaan dengan menggunakan OPAC
atau  dari  luar  perpustakaan  dengan  memanfaatkan  port  yang  terbuka,
hacking  biasanya  bertujuan  untuk  defacing  dan  cracking.  Defacing
merupakan aktivitas seorang hacker untuk melakukan perubahan tampilan
pada  web  perpustakaan,  biasanya    pelaku  defacing  hanya  bertujuan
sebagai  sarana  untuk  mengetes  ilmu  atau  unjuk  kemampuan  diantara
sesama hacker, sementara cracker bertujuan untuk menganggu jaringan
komunikasi  data,  dan  melakukan  penetrasi  jaringan  sistem  komputer
untuk melakukan pencurian data, serta bertujuan membuat sistem gagal
berfungsi  yang  mengakibatkan  Frustating  data  communication  atau
penyia-nyiaan data komputer. Hal ini biasanya dilakukan dengan serangan
DoS  (Denial  Of  Service)  dimana  server  gagal  berfungsi  karena  terlalu
banyak perintah yang masuk.
d.  Data Diddling, yaitu suatu perbuatan yang mengubah data valid atau sah
dengan cara tidak sah, mengubah input data, atau output data. Biasanya
hal ini terjadi pada bagian sirkulasi dimana pihak-pihak tertentu berusaha
untuk mengubah data peminjaman atau merubah data tertentu lainnya.
Kejadian seperti ini perlu diantisipasi oleh pustakawan agar tidak terjadi
kehilangan data atau data loss.
e.  Electronic Mutilation dan data vandalism 
Electronic  Mutilation  dan  data  vandalism  muncul  sebagai  ekses  dari
menjamurnya  komunitas  maya  dan  kemudahan  akses  berkomunikasi
melalui internet. Modus yang dilakukan adalah: masuk kesebuah database
dengan sebelumnya melumpuhkan sistem keamanan database tersebut,
lalu menyabotase data yang mereka perlukan dan sehingga data tersebut
menjadi rusak dan tidak bisa dipergunakan kembali.
Namun Hacker bukanlah salah satu ancaman dari Electronic Mutilation
dan data vandalism karena masih terdapat beberapa ancaman lainnya
yakni : beredarnya software illegal yang dapat menyusup dan merusak
sistem komputer. Adapun jenis software tersebut adalah :    Ulat (Worm) merupakan program yang memepunyai kemampuan
menggandakan  diri  namun  tidak  mempunyai  kemampuan
menempelkan  dirinya  pada  suatu  program.  Dia  hanya
memanfaatkan  ruang  kosong  pada  memori  computer  untuk
menggandakan  diri.  Sehingga  memori  komputer  akan  menjadi
penuh dan system computer akan terhenti.    Bot merupakan istilah bagi suatu bagian program computer yang
mempunyai kemampuan pengacauan dan perusakan pada suatu
system  computer  berdasarkan  kondisi  yang  telah  diprogramkan
didalamnya.    Backdoor/Back office trap/ Pintu Jebakan merupakan program yang
mempunyai kemampuan melumpuhkan system pengamanan suatu
computer. Sehingga pembuat program dapat keluar masuk system
tanpa harus melalui system pengamanan normal yang ditetapkan
pada suatu sistem computer.    The  Trojan  Horse,  yaitu  manipulasi  data  atau  program  dengan
jalan  mengubah  data  atau  instruksi  pada  sebuah  program,
menghapus,  menambah,  menjadikan  tidak  terjangkau  dengan
tujuan untuk kepentingan pribadi pribadi atau orang lain.
biasanya Program Trojan  berfungsi sebagai kamuflase dari virus
tidak  merusak.  Namun  sisipan  program  didalamnya  yang  patut
diwasapadai karena menyerang sistem operasi, Directory dan boot
record.    Virus  (Komputer)  merupakan  program  kecil  yang  dapat
memperbanyak  dirinya  sendiri.  Virus  merusak  secara  berlahan-
lahan  boot  record,  Sistem  operasi,  dan  directory  bahkan  bisa
merusak fisik suatu media penyimpanan.
 1.  Personil
Terbatasnya  sumber  daya manusia  merupakan  suatu masalah  yang  tidak
dapat diabaikan, untuk itu perpustakaan perlu mengirimkan pustakawannya
untuk  mengikuti  berbagai  macam  kursus  mengenai  keamanan  data
khususnya  di  perpustakan  digital  di  dalam  dan  luar  negeri  agar  dapat
diterapkan  dan  diaplikasikan  pada  institusinya    sehingga  siap  setiap  saat
dalam  menangangani  setiap  serangan  yang  mungkin  terjadi.  Untuk  itu
diperlukan personil yang mampu mengenali kekuatan dan kelemahan sistem 
yang mereka pakai.
2.  Sarana Prasarana
Perkembangan  teknologi  yang  cepat  juga  tidak  dapat  dihindari  sehingga
Pustakawan harus berusaha semaksimal mungkin untuk meng-up date dan
up grade sarana dan prasarana baik perangkat keras maupun lunak yang
dimiliki perpustakaan digital agar tidak ketinggalan jaman dengan hacker dan
cracker khususnya pengamanan terhadap koleksi dan  data  dari electronic
vandalism dengan 2 (dua) cara, yakni :
a.  Pencegahan masuknya Hacker pada jaringan internet
Untuk  mencegah  hacker  pustakawan  perlu  melakukan
pengamanan  database    untuk  menangkal  Hacker  dengan  cara
Pertama, administrator jaringan selalu meng-up to date patch. Serta
menerapkan aturan fire wall yang ketat dengan memblokade port
akses database pada TCP 1434 (MSQL) maupun TCP 1521-1530
(Oracle). Kedua, administrator jaringan senantiasa memeriksa tipe
(integer)  dan  string  setiap  data  yang  masuk.Ketiga,  Membuang
Stored  Procedure  karena  script  script  yang  kelihatannya  tidak
berbahaya  namun  bisa  dimanipulasi  oleh  Hacker  sebgai  pintu
masuk ke database. Keempat, Bila memungkinkan gunakan kode
SQL  yang  sudah  seringkali  dipakai  berulang-ulang  ke  Stored
Procedure. Hal ini akan membatasi kode SQL  yang telah diatur
dalam file ASP dan mengurangi potensi manipulasi oleh Hacker
pada proses validasi input. Selanjutnya, Gunakan enkripsi session
built in.
b.  Pencegahan masuknya virus pada database
Terdapat  bebarapa  langkah  yang  dapat  digunakan  untuk
pencegahan masuknya virus pada database, yaitu : Pertama, selalu
up  date  antivirus  secara  teratur  untuk  mendapatkan  program
antivirus  terbaru. Kedua, Jalankan antivirus secara auto protect
untuk  menghidnari  virus  yang  menginfeksi.  Ketiga,  Berhati-hati
dalam  menerima  email  dari  seseorang  yang  tidak  dikenal.
Keempat, Senantiasa menscan setiap kali sebelum menggunakan
disket, flash disk ataupun CD. Selanjutnya, Senantiasa membac-up
file secara teratur pada tempat yang aman.

Sumber : IRHAMNI ALI. KEJAHATAN TERHADAP INFORMASI (CYBERCRIM
DALAM KONTEKS PERPUSTAKAAN DIGITAL. SEKOLAH PASCASARJANA. INSTITUT PERTANIAN BOGOR. BOGOR. 2011

  
Read More..

Profesionalisme

Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional, ialah orang yang memiliki profesi. Apa profesi itu?
Menurut Muchtar Luthfi dari Universitas Riau (lihat Mimbar,3, 1984:44), seseorang disebut memiliki profesi bila ia memenuhi 8 (delapan) kriteria dan Selanjutnya ditambah 2 (dua) kriteria lainnya oleh Finn (1953, lihat Miarso, 1986:28-29) sebagai berikut:
1. Profesi harus mengandung keahlian.
Artinya, suatu profesi itu mesti ditandai oleh suatu keahlian yang khusus untuk profesi itu. keahlian itu tidak dimiliki oleh profesi lain. keahlian itu diperoleh dengan cara mempelajarinya secara khusus; profesi bukan diwarisi.
2. Profesi dipilih karena panggilan hidup dan dijalani sepenuh waktu.
Artinya, profesi dipilih karena dirasakan sebagai kewajiban; sepenuh waktu maksudnya dijalani dalam jangka yang panjang bahkan seumur hidup; bukan part-time, melainkan full-time; bukan dilakukan sebagai pekerjaan sambilan atau pekerjaan sementara yang akan ditinggalkan bila ditemukan pekerjaan lain yang dirasakan lebih menguntungkan.
3. Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal.
Artinya, profesi itu dijalani menurut aturan yang jelas, dikenal umum, teorinya terbuka. secara universal pegangannya itu diakui.
4.Profesi adalah untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri.
Maksudnya ialah profesi itu merupakan alat dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan diri sendiri seperti untuk mengumpulkan uang atau mengejar kedudukan.
Apakah dengan demikian pemegang profesi tidak boleh menerima uang. atau dilarang menduduki jabatan? Kiranya tidaklah demikian. Pemegang profesi boleh menerima uang, kedudukan, tetapi hal itu hanyalah sebagai penghargaan masyarakat atau negara terhadap profesi. penghargaan itu layak diterimanya, dan masyarakat memang wajar memberinya.
5. Profesi harus dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikasi.
Kompetensi dan kecakapan itu diperlukan untuk meyakinkan peran profesi itu terhadap kliennya.
Kecakapan diagnostik sudah jelas kelihatan pada profesi kedokteran. akan tetapi, kadang kala ada profesi yang kurang jelas kecakapan diagnostiknya; ini tentu disebabkan oleh belum berkembangnya teori dalam profesi itu. Kompetensi aplikatif adalah kewenangan menggunakan teori-teori yang ada dalam keahliannya. Penggunaan itu harus didahului oleh diagnosis. seseorang yang tidak mampu mendiagnosis tentu tidak berwenang melakukan apa-apa terhadap kliennya.
6. Pemegang profesi memiliki otonomi dalam melakukan tugas profesinya.
Otonomi ini hanya dapat dan boleh diuji atau dinilai oleh rekan-rekan seprofesinya. tegasnya, tidak boleh semua orang berbicara dalam semua bidang yang bukan keahliannya.
7. Profesi mempunyai kode etik, disebut kode etik profesi.
Gunanya ialah untuk dijadikan pedoman dalam melakukan tugas profesi. kode etik itu tidak akan bermanfaat bila tidak diakui oleh pemegang profesi dan juga oleh masyarakat.
8. Profesi harus mempunyai klien yang jelas, yaitu orang yang membutuhkan layanan.
Klien disini maksudnya ialah pemakai jasa profesi. Pemakai profesi kedokteran adalah orang sakit atau orang yang tidak ingin sakit. Klien guru adalah murid. Klien tukang las adalah pemilik barang yang perlu dilas. demikian selanjutnya.
9. profesi memerlukan organisasi profesi yang kuat.
Gunanya adalah untuk keperluan meningkatkan mutu dan memperkuat profesi itu sendiri.
10. Profesi harus mengenali dengan jelas hubungannya dengan profesi lain.
Pengenalan ini terutama diperlukan karena ada kalanya suatu garapan melibatkan lebih dari satu profesi dan bahkan sebenarnya tidak ada asfek kehidupan yang hanya ditangani oleh satu profesi saja. misalnya, profesi pengobatan bersangutan erat dengan masalah-masalah kemasyarakatan, ekonomi, agama bahkan politik.oleh karena itu dokter harus juga mengetahui sangkutan profesinya dengan profesi lain tersebut.
Kecenderungan spesialisasi hendaknya dibatasi pada pendalaman untuk meningkatkan teori-teori dalam profesinya. ini tidak diartikan “hanya berkewajiban mengetahui teori-teori dalam profesinya”. spesialisasi yang tidak mengenal apa-apa yang ada di lingkungannya bukanlah profesi, karena spesialisasi seperti itu tidak akan mampu melayani kliennya. kliennya adalah objek yang tidak terlepas dari lingkungannya.
Demikianlah, ada kira-kira 10 (sepuluh) kriteria bagi suatu “profesi” untuk dapat disebut sebagai suatu bidang profesi.

KODE ETIK PROFESI
Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang
disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan
atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang
sistematis.
Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai
landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN)
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan
tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk
mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-
ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Salah
satu contoh tertua adalah ; SUMPAH HIPOKRATES, yang dipandang sebagai kode etik
pertama untuk profesi dokter.
Hipokrates adalah doktren Yunani kuno yang digelari : BAPAK ILMU KEDOKTERAN.
Beliau hidup dalam abad ke-5 SM. Menurut ahli-ahli sejarah belum tentu sumpah ini
merupakan buah pena Hipokrates sendiri, tetapi setidaknya berasal dari kalangan murid-
muridnya dan meneruskan semangat profesional yang diwariskan oleh dokter Yunani ini.
Walaupun mempunyai riwayat eksistensi yang sudah-sudah panjang, namun belum pernah
dalam sejarah kode etik menjadi fenomena yang begitu banyak dipraktekkan dan tersebar
begitu luas seperti sekarang ini. Jika sungguh benar zaman kita di warnai suasana etis yang
khusus, salah satu buktinya adalah peranan dan dampak kode-kode etik ini.
Profesi adalah suatu MORAL COMMUNITY (MASYARAKAT MORAL) yang memiliki
cita-cita dan nilai-nilai bersama. Kode etik profesi dapat menjadi penyeimbang segi segi
negative dari suatu profesi, sehingga kode etik ibarat kompas yang menunjukkan arah moral
bagi suatu profesi dan sekaligus juga menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat.
Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan, seban dihasilkan berkat penerapan
pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu, yaitu profesi. Tetapi setelah kode etik ada,
pemikiran etis tidak berhenti. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis, tapi sebaliknya
selalu didampingi refleksi etis. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah
satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Kode etik tidak
akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi
lain; karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan
profesi itu sendiri.
Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga
membantu dalam merumuskan, tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan oleh
profesi yang bersangkutan. Supaya dapat berfungsi dengan baik, kode etik itu sendiri harus
menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari
profesi.
Dengan membuat kode etik, profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk
mewujudkan nilai-nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah bisa
dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan citacita yang diterima
oleh profesi itu sendiri yang bis mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan
untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Syarat lain yang
harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di
awasi terus menerus. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang
dikenakan pada pelanggar kode etik.
SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK :
a. Sanksi moral
b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi
Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan
atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya
perilaku yang tidak etis, seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional,
seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. Ketentuan itu
merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik; seperti kode itu
berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri, demikian juga diharapkan kesediaan profesi
untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Namun demikian, dalam praktek seharihari
control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-
anggota profesi, seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang
melakukan pelanggaran. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega
ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak
tercapai, karena tujuan yang sebenarnya  adalah  menempatkan etika profesi di atas
pertimbangan-pertimbangan lain. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus
memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya.
Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan
dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.
Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang
lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika
profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis
secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar
dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang
profesional
TUJUAN KODE ETIK PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan.
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya
pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan
Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik
Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluh
organisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik.
Suatu gejala agak baru adalah bahwa sekarang ini perusahaan-perusahan swasta cenderung
membuat kode etik sendiri. Rasanya dengan itu mereka ingin memamerkan mutu etisnya dan
sekaligus meningkatkan kredibilitasnya dan karena itu pada prinsipnya patut dinilai positif.


Sumber :
1. R.Rizal Isnanto, ST, MM, MT. Buku Ajar Etika Profesi. Program Studi Sistem Komputer. Fakultas Teknik. Universitas Diponegoro. 2009

2.http://saripedia.wordpress.com/tag/pengertian-profesionalisme/

3. Buku Bahan Ajar “Pengembangan Wawasan Profesi Guru” dalam Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN SGD Bandung, 2010 hal: 1-6
Read More..

Etika dan Profesi

1. PENTINGNYA ETIKA PROFESI
Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos
(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek
etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk
menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau
baik.
Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the
performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan
memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia d
dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan sen
pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang
secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat
yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam
tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode
etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”
karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosia
(profesi) itu sendiri.
Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan
berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan
berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu
hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri
Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik
profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi
dan di sisi lain melindungi
masyarakat   dari   segala   bentuk   penyimpangan   maupun   penyalah-gunaan   kehlian
(Wignjosoebroto, 1999).

Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh
kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada
kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa
keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang
semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi
sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan
nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek
maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.
B. PENGERTIAN ETIKA
Dalam   pergaulan   hidup   bermasyarakat,   bernegara   hingga   pergaulan   hidup   tingkat
internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia
bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal
dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang
terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya
serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang
berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari
tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam
pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti
norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang
baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
• Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku
menurut ukuran dan nilai yang baik.
• Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh
akal.
• Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai
dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi
manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.
Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam
menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang
tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini
dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat
dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan
buruknya prilaku manusia :
1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional
sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil
keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola
prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
a. ETIKA   UMUM,   berbicara   mengenai   kondisi-kondisi   dasar   bagaimana   manusia
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta
tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di
analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan
teori-teori.
b. ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya
lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun,
penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang
lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi
yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu
keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia
sebagai anggota umat manusia.
Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama
lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat
manusia saling berkaitan.
Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun
secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-
pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap
lingkungan hidup.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau
terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling
aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi
SISTEM PENILAIAN ETIKA :
• Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik atau jahat,
susila atau tidak susila.
• Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah
daging, itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Budi tumbuhnya dalam jiwa, bila
telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti.   Jadi suatu budi pekerti,
pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan, cita-cita,
niat hati, sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata.
• Burhanuddin Salam, Drs. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga)
tingkat :
a. Tingkat pertama, semasih belum lahir menjadi perbuatan, jadi masih berupa rencana
dalam hati, niat.
b. Tingkat kedua, setelah lahir menjadi perbuatan nyata, yaitu pekerti.
c. Tingkat ketiga, akibat atau hasil perbuatan tersebut, yaitu baik atau buruk.
Dari sistematika di atas, kita bisa melihat bahwa ETIKA PROFESI merupakan bidang etika
khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga
disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan
oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik.


C. PENGERTIAN PROFESI
Profesi
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan
bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang
bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan,
juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari
praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran,
guru, militer, pengacara, dan semacamnya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidang
seperti manajer, wartawan, pelukis, penyanyi, artis, sekretaris dan sebagainya. Sejalan dengan
itu, menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri,
sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak
orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. Berikut
pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE :
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan
nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan
hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang
profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau
dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain
melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi
waktu luang.
Yang   harus   kita   ingat   dan   fahami   betul   bahwa   “PEKERJAAN   /   PROFESI”   dan
“PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan :
PROFESI :
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL :
- Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
- Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
- Hidup dari situ.
- Bangga akan pekerjaannya.
CIRI-CIRI PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat
pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku
profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi   pada   kepentingan   masyarakat,   artinya   setiap   pelaksana   profesi   harus
meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan
dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan,
keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi
harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum
profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-
rata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu
kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat.
Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar
profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang
semakin baik.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
- Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
umumnya.
2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya.
3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya.
SYARAT-SYARAT SUATU PROFESI :
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
- Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
PERANAN ETIKA DALAM PROFESI :
• Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja,
tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling  kecil yaitu
keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok
diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.
• Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan
dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan
sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat
perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu kode
etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.
• Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para
anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati
bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada
masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum dikenal
adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian klinik super
spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin menjamahnya.

Sumber : R.Rizal Isnanto, ST, MM, MT. Buku Ajar Etika Profesi. Program Studi Sistem Komputer. Fakultas Teknik. Universitas Diponegoro. 2009
Read More..

Sabtu, 18 Januari 2014

Jalur Web Yahoo & Gmail serta Jalur Koneksi - ISP




GMAIL
Apa itu gmail ? "GMail" atau dikenal juga dengan Google Mail adalah layanan email berbasis web yang disediakan oleh Google secara gratis.
Layanan ini diluncurkan pada tanggal 21 Maret 2004 dan sempat membuat heboh banyak kalangan karena langsung menyediakan kapasitas email 1 GB yang pada saat itu sangat tidak wajar. Dan untuk pendaftarannya tidak terbuka untuk umum tetapi harus melalui undangan dari orang yang sebelumnya sudah mendapatkan account.
Dan uniknya untuk menghargai kita yang menjadi pengguna GMail maka setiap detik kapasitas layanan ini terus bertambah. Pada saat penulisan ini dibuat, kapasitas penyimpanannya sudah mencapai 6791 MB.
Sangat menarik bukan ?
O iya, ada satu hal… apabila Anda benci melihat iklan maka akses GMail melalui web akan sangat mengganggu Anda.
Apa sebab ? Ini karena GMail akan menayangkan beberapa iklan teks sesuai dengan isi dari email yang kita terima.
Tapi saya merasa ini cukup adil ya, karena dengan iklan inilah GMail bisa membiayai layanannya yang diberikan secara gratis untuk kita 
"Daftar Fitur"
Berikut adalah 10 fitur keunggulan GMail menurut Google :
  • Perlindungan dari Spam
  • Mudah melakukan pencarian terhadap email-email Anda
  • Lebih mudah mengikuti diskusi, karena dibantu layout topik/thread yang tersusun dengan baik
  • Fasilitas chatting yang terintegrasi
  • Pengelompokan email dengan cara filtering/penyaringan, pemberian label dan bintang yang tidak terbatas
  • Dapat diakses dengan ponsel (mobile device)
  • Kapasitas yang besar – dan makin besar
  • Ada Iklan – tetapi tidak cukup mengganggu
  • Menghemat waktu

           Gmail menyedikan kapasitas penyimpanan sebanyak lebih dari 7538 megabyte dan terus bertambah. Jumlah ini lebih dari jumlah yang disediakan situs lain. seperti Yahoo! dan Hotmail. Hal ini berarti para pengguna dapat menyimpan sampai ribuan surat elektronik. Sampai saat ini, gmail merupakan email dengan kapasitas terbanyak.



SEJARAH YAHOO
Yahoo! pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku), ide itu berawal pada bulan April 1994, saat itu dua orang alumni Universitas Stanford mendapat liburan ketika profesor mereka pergi ke luar kota karena cuti besar. Dua mahasiswa teknik tersebut hanya mempunyai sedikit pekerjaan yang harus dilakukan selain menjelajah internet. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk mengkompilasi sebuah daftar bookmark yang besar, yang dikelompokkan berdasarkan subyek. Kemudian mereka berpikir untuk memasukannya di web, dan mulai bekerja membuat sebuah program database untuk menanganinya sehingga dapat memberikan hasil secara online.
Pada bulan April 1994 tersebut, bookmark yang tadinya diberi nama “Jerry and David’s Guide to World Wide Web” diganti menjadi Yahoo!, yang mana berasal dari kata “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”. Filo dan Yang memilih kata tersbeut karena mereka menyukai definisi umum dari kata-kata tersebut, yang mana berasal dari Gulliver’s Travels oleh Jonathan Swift: “rude –kuat-, unsophisticated -sederhana-, dan uncouth –kasar-)
Domain yahoo.com dibuat pada tanggal 18 Januari 1995. Karena Yang dan Filo menyadari potensi besar yang dimiliki oleh website mereka ini, akhirnya pada tanggal 1 Maret 1995, Yahoo diresmikan sebagai badan hukum.
Seperti kebanyakan mesin pencari pada web, Yahoo pun diversifikasi menjadi portal web. Pada akhir 1990-an, Yahoo!, MSN, Lycos, Excite, dan portal web lainnya mengalami perkembangan yang sangat pesat yang menyebabkan masing-masing portal web berlomba untuk memperluas jangkauan layanan mereka agar para pengguna internet lebih lama singgah pada portal web mereka. Cara yang mereka lakukan adalah dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain yang bisa menyediakan servis yang mereka inginkan.
Pada bulan Juli 2012, Yahoo mendapatkan seorang CEO baru yang merupakan bekas salah satu petinggi saingan mereka, Google, Marisa Mayer

KELEBIHAN YAHOO
Selain mengobrol dengan cara mengetikkan percakapan kita, dengan Yahoo Messenger kita juga bisa mengobrol secara langsung seperti bertelepon. Tetapi kita membutuhkan headset dan koneksi internet yang stabil jika kita ingin mengobrol secara langsung. Yahoo Messenger juga menyediakan layanan web cam, dimana kita bisa melihat lawan bicara kita. Untuk menggunakan fasilitas ini, kita membutuhkan kamera khusus yang terpasang di komputer kita. Layanan SMS ke telepon seluler juga bisa kita dapatkan secara gratis dengan menggunakan software ini.   Dengan menggunakan Yahoo Messenger ini kita juga bisa mengirimkan file dokumen dan bisa langsung dibuka oleh lawan bicara. Foto kita juga bisa kita pasang di jendela messenger. Selain itu masih banyak lagi fasilitas Yahoo Messenger yang dapat kita gunakan. Kalau ingin chatting dengan mudah dan gampang, langsung saja download Yahoo Messenger di situs resminya.

KEKURANGAN YAHOO
    Selain ada kelebihan juga terdapat kekurangan .Kekurangan nya yaitu tidak ada ruangan atau room untuk menampung semua pengguna yahoo dari penjuru dunia. Room tersebut dibagi-bagi menurut regional, hobby, aktivitas, dan masih banyak lagi room yang lain. Dan tidak ada aplikasi yang tersedia di web yahoo messenger. Misalnya ketika kita sedang melakukan perbincangan di aplikasinya, kita juga dapat menggunakan aplikasi yang lain dengan teman perbincangan kita. Kemudian  Emotion bergerak yang disediakan di web sangat terbatas. Perbincangan semakin menarik karena diadakannya emotion yang bermacam-macam dan bila emotion yang ada di aplikasinya bisa bergerak-gerak. jadi perbincangan bisa kita kreasikan dengan emotion sesuai yang kita mau.dan terakhir tidak ada tema yang bisa diubah-ubah. tema tersebut bisa diubah sesuai dengan kita mau. tema tersebut adalah background layer dari yahoo messenger.

Jenis-jenis Jalur Koneksi Internet

Dial-up PSTN (Public Switched Telephone Network)
Client melakukan koneksi ke ISP melalui telephone regular ( di Indonesia menggukan jasa PT.TELKOM)

Dial-up GPRS (General Packet Radio Service) dan CDMA (Code Division Multiple Access)
Perangkat ponsel berfungsi sebagai modem yang terhubung ke komputer melalui kabel data ponsel (port comm atau USB), IRDA ataupun bluetooth.
Koneksi internet melalui operator selular bertindak sebagai ISP dengan mengatur konfigurasi pada komputer maupun ponsel.

Leased-Line (dedicated)
dengan jalur Internet Cable, saluran telepon atau kabel coax dan fiber optik yang disewa untuk pengguna selamat 24 jam sehari untuk menghubungkan satu lokasi ke lokasi lainnya.

Frame Relay
Merupakan layanan data paket yang memungkinkan beberapa user menggunakan satu jalur transmisi pada waktu yang bersamaan.

Untuk lalu lintas komunikasi yang padat, Frame Relay jauh lebih efisien daripada sirkuit sewa (leased-line) yang disediakan khusus untuk satu pelanggan (dedicated), yang umumnya hanya terpakai 10% sampai 20% dari kapasitas lebar pita (bandwith-nya) Wave-LAN / WISP (Wireless Internet Server Provider)
koneksi jaringan lokal dengan ISP menggunakan teknologi jaringan wireless dengan perangkat radio/antenna dengan gelombang mikro 2.4 GHz (free -license).

PLC ( Power Line Communication)
koneksi dengan menggunakan jalur listrik yang bertindak sebagai ISP, dengan bantuan modem yang lansung dapat ditancapkan ke stop kontak ( yang telah dialiri listrik)

VSAT (Very Small Aperture Terminal)
Dengan menggunakan Antenna seperti piringan ( parabola ) yang menghadap ke arah satelit (langit). Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.

Penggunaan VSAT mampu menjangkau daerah dimana tidak memungkinkan koneksi dengan jenis apapun (atau terasa mahal jika menggunakan jenis yang lain), seperti di tengah hutan, tengah lautan, dan sebagainya.

DSL (Digital Subscriber Line)
Koneksi DSL menggunakan jalur telephone reguler, dan mempunyai kecepatan lebih cepat dibanding dengan kecepatan koneksi telephone reguler meskipun sama-sama menggunakan tabel tembaga sebagai jalurnya.

ASDL ( Asynchronous Digital Subscribler Line)
Koneksi dengan menggunakan jalur telephone reguler dengan menggunakan modem dan router yang bertipe DSL dimana upstream dan downstream menggunakan kecepatanb berbeda. Jalur tipe ADSL memisahkan komunikasi telephone regular dan internet.

ISDN (Integrated Service Digital Network)
Koneksi ISDN mememungkinkan kecepatan transfer data h ingga 128.000 bps dan koneksi ini menggunakan jalur telephone reguler.


 

Jalur koneksi dari hardware hingga ke ISP

Alur Jaringan

Menelusuri Jalur Web ke Yahoo.com



Gunakan perintah tracert untuk mengetahui jalur yang dilalui untuk mencapai sebuah website, dalam tampilan diatas ini adalah yahoo.com 
Tampilan pada CMD

Perintah diatas hanya mengirim perintah dasar dos yaitu tracert, yang menampilkan jalan yang diambil oleh paket pada jaringan yang saya pakai. dalam hal ini saya ingin tahu apa yang di dapat dari browser saya untuk mendapatkan jalur router atau IP addres ke dalam situs www.yahoo.com
Maka dapat anda lihat bahwa langkah pertama dari modem yaitu, ketika server dns dari provider internet dan begitu selanjutnya, sampai po-11.bas2-1-prd.sg3.yahoo.com dan DNS yang tidak mampu menyelesaikan berikutnya jalan untuk mencapai server yahoo DNS
  
  1. Klik start > Run. Ketikan perintah CMD. 
  2. Pada jendela DOS terminal, ketikan tracert disertai nama domain tujuan, seperti pada gambar contoh. 
  3. Tekan enter, maka akan terlihat jalur tempuh mulai dari ISP, lokasi - lokasi berikutnya, hingga akhirnya mencapai domain yang dituju. Semakin panjang jalur tempuhnya maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data data.
Saat sudah melewati router itu, datanya masuk ke subnet lain yang punya IP public. Berawal dari sini datanya masuk ke router-router yang dipunyai ISP, lalu diteruskan sampai ke server Yahoo! yang IP addressnya adalah [106.10.138.240].
 
Koneksi Internet dengan Dial Up
Koneksi internet dial up adalah koneksi dengan menggunakan telepon biasa (rumah). Saat ini modem dial-up mampu mencapai kecepatan transmisi data hingga 56 Kbps (klilobit per detik), namun pada kenyataannya belum tentu sesuai dengan yang ditawarkan.
       Kecepatan realnya hanya sekitar 12 sampai 20 kbps. Tetapi seiiring berjalannya waktu, dari telepon rumah saat ini nyatanya bisa digunakan untuk membuat hot spot dengan jaringan yyang dibilang cukup stabil.
Supaya komputer terhubung ke internet, maka membutuhkan ISP (Internet Service Provider), yaitu perusahaan yang menyediakan jasa sambungan internet. Kebanyakan perusahaan telepon, juga sebagai perusahaan penyelenggara koneksi internet.

Kelebihan dial up 

  1. Koneksi Internet lebih mudah digunakan. 
Kekurangan dial up 
  1. Apabila modem Dial-Up digunakan bersamaan dengan telepon rumah sedangkan modem dial up terkoneksi dengan telepon rumah dalam keadaan sibuk, maka internet akan terputus secara otomatis.

Keuntungan : 
  1. Berfungsi untuk mengatur alamat masing-masing komputer dalam suatu jaringan sehingga mempermudah dalam melakukan proses bertukar suatu informasi / mengakses internet
  2. Meningkatkan performance dan keamanan dalam jaringan

Kerugian :
Ada beberapa larangan dalam menentukan IP, yaitu : 
  1. 127 tidak boleh digunakan sebagai net id dikarenakn net id 127/8 digunakan sebagai IP loopback, yaitu IP yang mengarah ke PC itu sendiri
  2. 255 tidak boleh digunakan sebagai net id atau host name dikarenakan 255 digunakan untuk net mask dan IP broadcast (IP yang mengarah ke seluruh komputer pada jaringan.
Kesimpulan :
Dalam melakukan hubungan antara komputer atau perangkat mobile membutuhkan sebuah jalur komunikasi. Seperti jika ingin mengakses ke sebuah situs seperti ittelkom.ac.id maka akan melalui serangkaian jalur - jalur sampai situs yang dituju.






referensi :

http://kutak-ketik.blogspot.com/2010/04/jaringan-internet-pengertian-jaringan.html
http://predi-blog.blogspot.com/2009/06/jenis-jenis-jalur-koneksi-internet.html
http://www.scribd.com/doc/199313765/Artikel-Jalur-Web-Gmail-yahoo
Read More..

Manajemen Server dan Klasifikasi IP


IP adalah singkatan untuk Internet Protocol, yang paling populer sistem terbuka protokol yang digunakan untuk berkomunikasi melalui perangkat apapun jaringan yang saling berhubungan termasuk Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN). Sebuah alamat IP adalah nomor identifikasi yang ditetapkan ke perangkat (misalnya komputer atau printer) di jaringan tersebut. Perangkat lain dalam jaringan atau keluar dari jaringan yang menggunakan alamat IP ini untuk menghubungkan ke perangkat ini melalui protokol-protokol komunikasi seperti Transmission Control Protocol (TCP) atau Internet Protocol (IP).
Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.). Untuk masing-masing dari 4 set oktet dalam sebuah alamat IP, nilai yang paling maksimum adalah 255 (mewakili oktet yang berisi semua). Oleh karena itu, nilai-nilai alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 ke 255.255.255.255, yang diterjemahkan ke 3720314628 alamat IP yang berbeda.
Contoh alamat IP dalam desimal dan biner
Desimal: 123.45.67.89
Biner: 01111011.00101101.01000011.01011001
Klasifikasi IP
1. Kelas A address
Kelas A Address dirancang untuk network yang sangat besar. Di Class A address, octet pertama adalah network ID, dan tiga octet sisanya adalah host ID. Karena hanya 8 bit yang dipakai untuk network ID, dan bagian pertama dari bit-bit ini digunakan untuk mengidentifikasi bahwa address ini adalah Class A Address, maka hanya terdapat 126 Class A network yang tersedia di jaringan internet.Namun, tiap Class A network mampu menampung sebanyak lebih dari 16 juta hosts.
Class A ini kelas alamat IP dimulai dengan bilangan biner 0 (desimal angka 0 sampai 127). Jaringan diidentifikasi oleh oktet pertama (set pertama dari alamat IP). Sebagai contoh, alamat IP 123.45.67.89 milik class A karena himpunan bilangan pertama adalah 123 (antara 0 dan 127). ID jaringan 123, sedangkan node ID 45.67.89. Alamat IP 127.0.0.1 adalah IP khusus diperuntukkan bagi internal loopback testing. Sebagai contoh, jika seseorang menyambung ke host lokal (komputer yang sama menjalankan
server), alamat IP 127.0.0.1. Itu tidak menimbulkan lalu lintas jaringan. Juga alamat IP
0.0.0.0 default fallback mewakili nilai dan tidak ditugaskan untuk semua jaringan.
2. Kelas B address
Di dalam kelas B address, dua octet pertama dari IP address digunakan sebagai
network ID dan dua octet kedua digunakan sebagai host ID. Sehingga, sebanyak 16.384
network di Class B tersedia. Semua Class B address berada pada jangkauan
128.xxx.yyy.zzz hingga 191.xxx.yyy.zzz. Tiap Class B address dapat mengakomodasi
hingga lebih dari 65.000 hosts.
Kelas B bilangan biner dimulai dengan 10 (angka desimal 128-191). Jaringan
diidentifikasi oleh dua oktet pertama (yang pertama dua set alamat IP). Sebagai contoh,
alamat IP milik 178.95.234.23 class B, karena himpunan bilangan pertama adalah 178
(antara 128 dan 191). Jaringan ID 178,95, sedangkan node ID 234,23.
3. Kelas C address
Di dalam kelas C address, tiga octet pertama digunakan untuk network ID, dan
octet keempat digunakan untuk host ID. Dengan hanya 8 bit untuk host ID, tiap Class C
network hanya mampu menampung sebanyak 254 hosts. Tapi, dengan sisanya, yaitu 24
bit network ID, class C address mampu menampung hingga lebih dari 2 juta network.
Kelas C bilangan biner dimulai dengan 110 (angka desimal 192-223). Jaringan
diidentifikasi oleh tiga oktet pertama (yang pertama dari tiga set alamat IP). Sebagai
contoh, alamat IP milik 210.223.99.145 Class C, karena himpunan bilangan pertama
adalah 210 (antara 192 dan 223). Jaringan ID 210.223.99, sedangkan node ID 145.


Keuntungan :
1. Berfungsi untuk mengatur alamat masing-masing komputer dalam suatu jaringan sehingga mempermudah dalam melakukan proses bertukar suatu informasi / mengakses internet
2. Meningkatkan performance dan keamanan dalam jaringan


Kerugian :
1. Ada beberapa larangan dalam menentukan IP, yaitu :
2. 127 tidak boleh digunakan sebagai net id dikarenakn net id 127/8 digunakan sebagai IP loopback, yaitu IP yang mengarah ke PC itu sendiri
3. 0 tidak boleh digunakan sebagai net id di karenakan net id 0/0 digunakan untuk pengarahan ke semua komputer di internet.
4. 255 tidak boleh digunakan sebagai net id atau host name dikarenakan 255 digunakan untuk net mask dan IP broadcast (IP yang mengarah ke seluruh komputer pada jaringan)


Kesimpulan :
IP (Internet Protocol) adalah sekumpulan nomor identifikasi (alamat) yang ditetapkan ke suatu perangkat di dalam jaringan, dan perangkat lain dalam jaringan atau keluar dari jaringan menggunakan alamat IP ini untuk berkomunikasi atau berhubungan dengan perangkat lainnya melalui protokol komunikasi seperti Transmission Control Protocol (TCP) atau Internet Protocol (IP). Sebuah alamat IP terdiri dari 4 set dari 8-bit (oktet) dengan total 32-bit, masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik (.).

Sumber :
1. Ardiansyah, Dani. "Teknologi Jaringan Komputer". ilmukomputer.com.
2. "Pengantar Komputer dan Internet". Diktat Perkuliahan PPST. LP3T-NF.
3. howstuffworks.com
4. Soriano, Edwin S."Nets, webs and Information Infrastructure". May 2003. e-ASEAN Task Force. UNDP-APDIP
5. Fahrial, Jaka. "Teknik Konfigurasi LAN". ilmukomputer.com.
Read More..

Minggu, 29 Desember 2013

Arsitektur Sistem Client Pada Jaringan

Beragam komputer dari vendor yang bermacam-macam bisa saling berinteraksi. Istilah interoperatibilitas sering dipakai untuk menyatakan keadaan ini. Perkembangan ini akhirnya juga disusul oleh kemudahan perangkat lunak untuk saling berinteraksi . Sebuah basis data pada prinsipnya dapat diakses oleh perangkat lunak apa saja. Kebebasan ini merupakan suatu ciri khas pada arsitektur yang dinamakan client/server. Pada arsitektur ini, ada bagian yang disebut client dan ada yang disebut server.

Client adalah sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server.

Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client . Secara fisik, sebuah serevr dapat berupa komputer mainframe, mini-komputer, workstation, ataupun PC atau peranti lain seperti printer, server tidak harus berupa sistem fisik, tetapi juga suatu proses.

Client mempunyai kemampuan untuk melakukan pemrosesan sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima. Client segera melakukan pemprosesan.

Model komputasi yang berbasis client server mulai banyak diterapkan pada sistem informasi. Dengan menggunakan arsitektur ini , sistem informasi dapat digunakan dan dibangun dengan perangkat lunak client server yang bermacam-macam dan berbeda-beda.


Arsitektur Client/Server

Arsitektur jaringan Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai Server. Nah Server ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. Server juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer server), jalur komunikasi (server komunikasi).

Pada model arsitektur ini, Client tidak dapat berfungsi sebagai Server, tetapi Server dapat berfungsi menjadi Client (server non-dedicated). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.

Sistem Client Server ini tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan jaringan komputer skala luas. Sistem ini menggunakan protokol utama Transmision Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP), sedangkam sistem operasi yang digunakan antara lain Unix, Linux dan Windows NT.

Komponen dasar Client Server

Komponen dasar Client Server Pada dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu Client, Middleware, dan Server. Gubungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:



Keuntungan Client-server






Contoh implementasi jaringan client-server


Kelemahan :

  • Biaya operasional relatif mahal
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada Server. Bila Server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan terganggu  

Kesimpulan :

Arsitektur Jaringan Client - Server adalah sebuah model keterhubungan di dalam jaringan dimana fungsi komputer dibagi menjadi 2, yaitu sebagai client dan server. Arsitektur ini memiliki beberapa kelebihan seperti bebas memilih perangkat keras/lunak, namun juga memiliki kelemahan seperti biaya operasional relatif mahal.

Sistem Client - Server memiliki 3 komponen penting dalam pembentukan dasarnya, antara lain :
1.Client : yaitu komputer berfungsi dalam mengirimkan permintaan ke server, menunggu proses serta melihat gambaran hasil prosesnya.

2.Middleware : yaitu software yg dibutuhkan untuk menghubungkan komponen/aplikasi antar client dengan server.

3.Server :  komputer yg bertugas untuk menunggu permintaan dari client, lalu memprosesnya dan memberikan hasil pemrosesan tersebut ke client.


Sumber :

 http://slametridwan.wordpress.com/arsitektur-client-server/
rogayah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28978/clientserver.doc‎ 
Read More..

Rabu, 06 November 2013

Apa Yang Dimaksud Dengan Telematika?


Kata TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari "TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau "the Net". Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Seiring dengan semakin populernya Inter-Net sebagai "the network of the networks", masyarakat penggunanya (internet global community) seakan-akan mendapati suatu dunia baru yang dinamakan cyberspace - sebagaimana dipopulerkan oleh William Gibson dalam novel sci-fi-nya Neuromancer - yang merupakan khayalan tentang adanya alam lain pada saat teknologi telekomunikasi dan informatika bertemu. Di "alam baru" ini - bagi kebanyakan netter - tidak ada hukum. Karena tidak adanya kedaulatan dalam jaringan komputer maha besar (gigantic network) ini, mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun hukum suatu negara yang berlaku, karena hukum network tumbuh dari kalangan mayarakat global penggunanya. "Alam baru" ini seakan-akan menjadi suatu jawaban dari impian untuk melampiaskan kebebasan berkomunikasi (free flow of information) dan kebebasan mengemukakan pendapat (freedom of speech) tanpa mengindahkan lagi norma-norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu digarisbawahi, bahwa substansi cyberspace sebenarnya adalah keberadaan informasi dan komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara elektronik dalam bentuk visualisasi tatap muka interaktif. Komunikasi virtual (virtual communication) tersebut - yang dipahami sebagai virtual reality - sering disalahpahami sebagai "alam maya", padahal keberadaan sistem elektronik itu sendiri adalah konkrit di mana komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Sehubungan dengan itu, Wiener dan Bigelow mencetuskan Cybernetics Theory, mengenai suatu pendekatan interdisipliner terhadap sistem kendali dan komunikasi dari hewan, manusia, mesin dan organisasi. Uniknya teori tersebut sebenarnya lebih menekankan pada pentingnya umpan balik dari sistem komunikasi itu sendiri. Teori tersebut menyiratkan bahwa dalam memahami suatu informasi yang disampaikan pada suatu sistem komunikasi yang baik harus dengan memperhatikan umpan balik dari sistem tersebut. Sebagai catatan, Wiener juga mengakui bahwa istilah Cyber sebenarnya pernah digagas oleh Ampere yang namanya digunakan sebagai satuan kuat arus. Oleh karena itu jika ditilik dari asal-usulnya, istilah cyber sebenarnya erat hubungannya dengan kawat listrik. Sehingga tidak mengherankan, jika istilah tersebut juga digunakan untuk organ buatan listrik CYBORG yang merupakan singkatan dari Cybernetics Organics.

Dengan demikian, istilah "cyber law" sebagaimana dipahami oleh masyarakat sekarang ini kurang tepat jika digunakan untuk merujuk pada hukum yang tumbuh dalam medium cyberspace. Istilah "cyberspace law" justru lebih tepat untuk itu. Namun demikian, Istilah "telematika" paling tepat digunakan karena lebih memperlihatkan hakekat keberadaannya dan layak untuk digunakan sebagai definisi guna melakukan pengkajian hukum selanjutnya. Istilah "telematika" merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. 

Berbicara tentang hukum dalam arti luas, berarti mencakup segala macam ketentuan hukum yang ada baik materi hukum tertulis - tertuang dalam peraturan perundang-undangan - maupun materi hukum tidak tertulis - tertuang dalam kebiasaan ataupun praktek bisnis yang berkembang. Sehubungan dengan itu, sistem hukum nasional sesungguhnya tetap berlaku terhadap segala aktivitas komunikasi yang dilakukan dalam lingkup cyberspace. Hal ini berarti bahwa domain-domain hukum yang semula dipahami secara sektoral, baik dalam bidang telekomunikasi, media maupun informatika akan semakin konvergen. Yang terjadi bukan kevakuman hukum, melainkan suatu pembidangan hukum yang lebih khusus tanpa menafikan keberlakuan bidang-bidang hukum yang telah ada dalam sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian definisi Hukum Telematika adalah hukum terhadap perkembangan konvergensi TELEMATIKA yang berwujud dalam penyelenggaraan suatu sistem elektronik, baik yang terkoneksi melalui internet (cyberspace) maupun yang tidak terkoneksi dengan internet.





Kesimpuan
Berdasarkan apa yang saya baca dari artikel di internet, maka kesimpulan saya mengenai pengertian telematika adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan jaringan sistem keterhubungan antar telekomunikasi yang ada, perpindahan dan pertukaran nformasi baik dalam jumlah yang kecil maupun besar.


Manfaat Yang Didapat
Ada banyak manfaat yang saya dapatkan dari telematika salah satunya adalah virtual class, yaitu dimana mahasiswa dapat membaca materi, mengerjakan tugas, dan memberikan komentar yang diberikan dosen. Sehingga mahasiswa tidak perlu repot-repot untuk datang ke kampus. Selain virtual class, saya juga memanfaatkan perkembangan telematika seperti GPS (Global Positioning System). Dengan adanya GPS saya tidak perlu bertanya lagi ke orang-orang di pinggir hanya untuk mencari alamat. GPS memiliki banyak fitur seperti mencari jalan terdekat, melihat lalu lintas apakah macet atau tidak, tampilan visual 3D, dan masih banyak lagi.

Read More..
Nihon sya miitingu logo Pictures, Images and Photos